BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Mata
pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan
pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan
kewajibannya untuk menjadi warga negara yang baik, cerdas, terampil, dan
berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945. Pendidikan
Kewarganegaraan membahas berbagai aspek dalam kehidupan, yaitu pembentukan diri
yang beragam dari segi agama, sosial kultural, bahasa, usia, dan suku bangsa.
Dengan
penyempurnaan kurikulum tahun 2000, menurut Kep. Dirjen dikti No.
267/Dikti/2000 materi Pendidikan Kewiraan membahas tentang hubungan antara
warga negara dengan negara. Sebutan Pendidikan Kewiraan diganti dengan
Pendidikan Kewarganegaraan. Materi pokok Pendidikan Kewarganegaraan adalah
tentang hubungan warga negara dengan negara. Kalau kaitan Pendidikan
Kewarganegaraan dalam lingkup Filasafat Ilmu menjadi kajian dalam penerapan
Pendidikan Kewarganegaraan sendiri dan menjadi dasar pengembangan ilmu pengetahuan.
Oleh karena itu, penulis ingin membahas pemahaman Pendidikan Kewarganegaraan
yang berkaitan serta berkedudukan dalam bidang Filsafat Ilmu.
2.1
Rumusan Masalah
Yang
menjadi rumusan masalah makalah ini, yaitu :
A.
Sejarah
PKn?
Tokoh
berpengaruh dalam mengembangkan PKn?
Devinisi
PKn?
B.
Objek
PKn
Objek
Materil?
Objek
Formil?
C.
Kedudukan
PKn dalam filsafat ilmu (skema/pohon ilmu)?
D.
Hubungan
PKn dengan ilmu lainnya?
E.
Metode
PKn?
F.
Kekuatan
dan kelemahan PKn?
G. Upaya mengatasi kelemahan PKn?
H. Peran mahasiswa mengembangkan PKn?
3.1
Tujuan
Adapun
tujuan dari penyusunan makalah ini adalah:
1.
Agar dapat mengetahui Sejarah
Pendidikan Kewarganegaraan.
2.
Agar dapat mengetahui tokoh-tokoh yang
Berpengaruh dalam Mengembangkan Pendidikan Kewarganegaraan.
3.
Agar dapat mengetahui Definisi
Pendidikan Kewarganegaraan.
4.
Agar dapat mengetahui Obyek Pendidikan
Kewarganegaraan.
5.
Agar dapat mengetahui Kedudukan
Pendidikan Kewarganegaraan dalam Filsafat Ilmu.
6.
Agar dapat mengetahui Hubungan
Pendidikan Kewarganegaraan dengan ilmu lain.
7.
Agar dapat mengetahui Metode dari
Pendidikan Kewarganegaraan.
8.
Agar dapat mengetahui Kelebihan dan
Kelemahan dari Pendidikan Kewarganegaraan.
9.
Agar dapat memahami Cara mengatasi
Kelemahan dari Pendidikan Kewarganegaraan.
10. Agar
dapat memahami Peran Mahasiswa dalam Mengembangkan Pendidikan Kewarganegaraan.
4.1 Metode Penyusunan
Metode
yang dipakai dalam penyusunan makalah ini adalah:
a. Studi
kepustakaan
Pengumpulan data dengan cara membaca,
mengkaji dan mempelajari buku-buku yang berkaitan dengan tugas makalah ini.
b. Bahan-bahan
yang didapatkan melalui internet.
5.1 Sistematika Penulisan
Sistematika dalam penulisan makalah
ini dibagi menjadi 3 bab yaitu:
1. BAB
I Pendahuluan, Didalam bab ini berisikan
latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan dan
sisitematika penulisan.
2. BAB
II Pembahasan, dalam bab ini berisikan penguraian permasalahn yang ada didalam
rumusan masalah.
3. BAB
III Penutup, dalam bab ini berisikan kesimpulan dan saran mengenai isi dari
makalah.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Sejarah PKn
Pendidikan
kewarganegaraan (PKn) Berasal dari kata “civics “ adalah bahasa
latin “civicus” yang diartikan dengan kata “citizen” (penduduk) dari sebuah
kota (folis). Istilah ini berkaitan dengan pelaksanaan demokrasi langsung (Direct Democracy) di Yunani, waktu itu system demokrasi yang digunakan dan
berlangsung dibatasi dengan
hanya seperti di bawah ini yaitu:
1. Yang berstatus w.
Negara (citizens)
2. Pria umur 10 tahun
(wanita tidak di akui untuk penentuan kebijakan kota)
3. Luas wilayahnya
hanya seluas kota (neg. Kota)
Di adopsi oleh Amerika 1790 dengan tujuan “Meng Amerikakan bangsa Amerika” (
The Of Americanization) diadopsi lagi oleh
Indonesia tujuannya
mengindonesiakan bangsa Indonesia yang beragam suku bangsanya, di Indonesia mengalami beberapa
perubahan nama dari tahun ke tahun sesuai perkembangan zaman, yaitu:
1. Kewarganegaraan
(1957)
2. Civics (1901)
3. Pend. Kewargaan
negara (1968)
4. PmPKn (1975)
Di Amerika civic berkembang menjadi civic education atau
civic citizenship education
yang membahas:
1.
Civic educatin meliputi seluruh program sekolah.
2.
Civic education meliputi berbagai macam kegiatam mengajar
yang dapat menumbuhkan hidup dan tingkah laku yang lebih baik dalam masyarakat
yang demokratis.
3.
Dalam civic education termasuk hal-hal yang menyangkut
minat,
pengalaman, kepentingan masyarakat atau peribadi dan syarat yang
objektif hidup dalam negara agar unsur-unsur di manipestasikan dalam kehidupan
pribadi yang berkualitas.
Tokoh
Berpengaruh dalam Mengembangkan PKn
Adapun tokoh-tokoh yang berpengaruh
didalam perkembanngan ilmu pendidikan kewarganegaraann ialah:
1.
Azra
dan Tim ICCE (Indonesia center for civic education) dan Universitas Islam
Negeri (UIN) Jakarta, sebagai pengembang civic education pertama diperguruan
tinggi.
2.
Winataputra
dkk. Seorang yang mewakili penggunaan istilah “Pendidikan Kewarganegaraan” dari
Tim CICED (center Indonesia of civic education).
3.
Lemhannas
dan Dirjen Dikti sebagai penyusun dan penyempurna kurikulum mengenai PKn.
Devinisi PKn
PKn menurut tokoh-tokoh:
1.
Menurut
Majalah Education (1986), mengatakan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan adalah
suatu ilmu tentang kewarganegaraan yang berhubungan dengan manusia sebagai
individu dalam suatu perkumpulan yang terorganisir hubungannya dengan Negara.
2.
Menurut
Soemantri (2001), Pendidikan Kewarganegaraan adalah seleksi dan adaptasi dari
disiplin ilmu-ilmu social, ilmu kewarganegaraan, humaniora, dan kegiatan dasar
manusia yang diorganisasikan dan disajikan secara psikologi dan ilmiah untuk
ikut mencapai tujuan pendidikan IPS.
3.
Menurut
Branson (1994), Civic Education didalam demokrasi adalah pendidikan untuk
mengembangkan dan memperkuat dalam tentang pemerintahan otonom (self
government), pemerintahan otonom demokratis berarti bahwa warganegara aktif terlibat
dalam pemerintahannya sendri, maka bukan hanya menerima didikte orang lain atau
memenuhi tuntutan orang lain.
PKn menurut saya:
1.
PKn
adalah: Ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan antar mahluk hidup dengan
mahluk hidup yang lain dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta ilmu yang
lebih menekankan terhadap warga negara untuk ikut serta dalam jalannya
pemerintahan.
B. Objek PKn
Obyek Materil
Objek materil PKn adalah segala hal yang berkaitan
dengan warga negara baik yang empirik maupun yang non empirik, yang meliputi
wawasan, sikap, dan perilaku warga negara dalam kesatuan bangsa dan negara.
Menurut Drs. H. A. Dardiri bahwa objek material adalah segala sesuatu yang
ada, baik yang ada dalam pikiran, ada dalam kenyataan maupun ada dalam
kemungkinan. Segala sesuatu yang ada itu di bagi dua, yaitu :
1. Ada yang bersifat
umum (ontologi), yakni ilmu yang menyelidiki tentang hal yang ada pada umumnya.
2. Ada yang bersifat khusus
yang terbagi dua yaitu ada secara mutlak (theodicae) dan tidak mutlak yang
terdiri dari manusia (antropologi metafisik) dan alam (kosmologi).
Obyek material
merupakan bidang sasaran yang dibahas dan dikaji oleh suatu bidang atau cabang
ilmu. Materi pokok yang dijadikan fokus pembelajaran PKn, yaitu
1. Masalah-masalah
sosial, politik, yuridis, dan ideologis yang ada dalam masyarakat sekitar.
2. Hubungan
fungsional masalah-masalah dengan berbagai dimensi kebijakan publik.
3. Strategi pemecahan
masalah yang mencerminkan konsep dan prinsip demokrasi.
4. Strategi
komunikasi untuk mempengaruhi kebijakan publik atas dasar pemecahan masalah.
Obyek Formil
Obyek formil PKn
adalah hubungan antara warga negara dengan Negara dan Pendidikan Pendahuluan
Bela Negara. Dalam hal ini pembahasan Pendidikan Kewarganegaraan terarah pada
warga negara Indonesia dalam hubungannya dengan negara Indonesia dan upaya
pembelaan negara Indonesia.
Yang terpenting dalam obyek studi PKn adalah manusia
Indonesia, yaitu Warga Negara Indonesia. Status atau kedudukan seseorang
membawa serta peranan seseorang. Disinilah seseorang dituntut dapat senantiasa
menampilkan dirinya sesuai dengan hakikat manusia. Pangkal tolak untuk supaya
manusia itu dapat sesuai dengan statusnya adalah pengendalian diri.
C. Kedudukan PKn Dalam Filsafat Ilmu
(Skema/Pohon Ilmu)
Pendidikan
Kewarganegaraan atau sekarang di sebut PKn sebagai cabang dari pendidikan
Filsafat Ilmu secara substantif didesain untuk mengembangkan warga negara yang
cerdas serta mempunyai intelektual yang di dasari oleh nilai nilai pancasila
baik untuk seluruh jalur dan jenjang pendidikan.
Yang mana
hingga saat ini PKn memiliki kedudukan
di dalam pendidikan nasional indonesia sebagai ilmu pengetahuan yang mana
terdiri dalam lima status yaitu diantaranya:
1. Pertama, sebagai
mata pelajaran di sekolah
2. Kedua, sebagai
mata kuliah di perguruan tinggi
3.
Ketiga, sebagai salah satu cabang pendidikan filsafat
ilmu pengetahuan sosial dalam
4. Keempat, sebagai
program pendidikan politik yang dikemas dalam bentuk Penataran Pedoman
Penghayatan dan Pengamalan Pancasila atau sejenisnya yang pernah dikelola oleh
Pemerintah sebagai suatu crash program
5. Kelima, sebagai
kerangka konseptual dalam bentuk pemikiran individual dan kelompok pakar
terkait, yang dikembangkan sebagai landasan dan kerangka berpikir mengenai
pendidikan kewarganegaraan dalam status pertama, kedua, ketiga, dan keempat.
Pendidikan
Kewarganegaraan merupakan Program Pendidikan Filsafat Ilmu Sosial sebagai
program pendidikan guru mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Secara Umum Pendidikan Kewarganegaraan PKn
mempunyai kedudukan sebagai cabang dari ilmu filsafat lewat ilmu sosial yang
mana ilmu PKn mempelajari mengenai Pemerintahan,Negara,Rule of
law(Hukum),HAM,Demokasi dan Nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila. Yang mana jika di gambar kan lewat
skala ilmu Filsafat, PKN
berada di dalam cabang ilmu pengetahuan Sosial yang yang menyangkut dalam ilmu
pendidikan.
Berikut Sebagian
gambar skema ilmu filsafat:
FILSAFAT
|
IPA
|
IPS
|
ILMU
|
FILSAFAT ALAM
|
KEBUDAYAAN
|
FILSAFAT
MORAL
|
BIOLOGI
EKOLOGI
GEOLOGI
ILMU HAYAT
DLL
|
SOSIOLOGI
PSIKOLOGI
EKONOMI
ANTROPOLOGI
DLL
|
PKn
HUKUM ADAT
HUKUM PIDANA
AGAMA
DLL
|
D. Hubungan PKn Dengan Ilmu Lainnya
Dalam Pendidikan
Kewarganegaraan,terdapat beberapa ilmu yang hubungannya sangat dekat ataupun
sangat jauh yang mana sangat erat
kaitannya dengan ilmu-ilmu lain,berikut beberpa ilmu yang sangat dekat dan jauh
hubungannnya dengan ilmu pendidikan kewarganegaraaan.
Hubungan yang
paling dekat:
1.
Pendidikan Agama
Interksi
Pendidikan Kewarganegaraan dengan Pendidikan Agama sangat dekat dan erat,
karena dalam studi PKn banyak pembahasan tentang hal-hal yang berkaitan dengan
Ketuhanan dimana studi tentang Ketuhanan itu masuk dalam ilmu agama. Seperti
yang terdapat dalam sila pertama, yaitu “Ketuhanan Yang Maha Esa”.
2.
Ilmu Sejarah
Memang Benar
Pendidikan Kewarganegaraan bukan merupakan bagian dari ilmu sejarah, namun sejarah mempunyai hubungan yang
berkaitan dengan Pendidikan Kewarganegaraan, ibarat tidak ada masa depan kalau tidak ada masa lalu (sejarah) begitu juga ilmu PKN.tidak mungkin lahir
Ilmu PKn jika tidak ada sebab dan akibat (sejarah) dalam hal ini PKn membahas mengenai
kewarganegaraan,yang mana menyangkut dengan Negara dan munculnya suatu negara
berhubungan dengan sejarah.oleh karena itu sejarah mempunyai hubungan terhadap
ilmu PKn.
3.
Ilmu Politik
Inti dari politik
adalah Kekuasaan,dan kekuasaan pasti berhubungan dengan organisasi,yang mana
negara juga termasuk dalam sebuah organisasi dunia. PKn mempelajari mengenai
kewarganegaraan dalam arti luas mempelajari mengenai Warga(rakyat)dan
Negara.dalam kasus ini ilmu politik mempuyai hubungan dengan PKn yang mana
politik dengan kekuasaannya memimpin suatu organisasi yang bernama Negara dan
warga(rakyat)lah yang menjadi tujuan dan sumber di bentuknya suatu Negara
tersebut.
4.
Ilmu Hukum
Ilmu Hukum secara
spesifikasi di maksudkan adalah Hukum Pidana,Hukum Acara,Hukum Adat,Hukum
Perkawinan,Hukum Agraria yang manainti dari Hukum tersebut adalah
sangsi(Hukuman).yang mana dalam PKN yang mempelajari sebuah Negara dan negara
juga pasti terbentuk dengan bermodalkan aturan aturan yang berbentuk HUKUM
sebagai landasan Negaranya.oleh karena itu PKN berhubungan dengan Ilmu hukum
yang mana PKN sebagai Bentuk Negaranya dan Ilmu Hukum sebagai aturan nya.
5.
Sosiologi
Sosiologi adalah
ilmu yang mempelajari masyarakat dan hubungan antar manusia di dalamnya.Didalam
PKN juga mempelajari mengenai warga masyarakat(rakyat)yang mana rakyat menjadi
salah satu unsur terbentuknya suatu negara dan rakyatlah yang menjalankan
HAM.dalam hal ini sosiologi mempelajari hubungan antar masyarakat satu dengan
yang lain dari segi masyarakat sebagai komponen Negara atau sebagai warga
Negara.
Hubungan yang
paling jauh
Hubungan yang
paling jauh bukan berrti tidak ada hubungan atau tidak ada kaitannya,melaikan
ada hubungannya tetapi hubungan tersebut sangat jauh atau tidak ada sangkut
pautnya,yang mana di dalam ilmu sosial juga terdapat ilmu yang mempunyai
hubungan yang jauh dengan ilmu Kewarganegaraan PKn.
1.
Ekonomi
Ekonomi adalah
ilmu yang mempelajari produksi dan pembagian kekayaan dalam masyarakat di dalam
PKn juga mempelajari mengenai Warganegara /masyarakat yang mana tentunya
masyarakat tersebut terkait dengan faktor ekonomi dalam menjalankan kehidupan
sehari hari,oleh karena itu ekonomi dan PKn mempunyai hubungan tetapi hubungan
yang sangat jauh sebatas hubungan antara ekonomi dan rakyat saja
2.
Psikologi
Psikologi adalah
ilmu yang mempelajari tingkah laku dan proses mental masyarakat.di dalm PKn
masyarakat /warganegara merupakan obyek kajian PKn yang mana psikologis juga
mempelajari tingkah laku ataupun mental warganegara/masyarakat terhadap
kehidupan berbangsa dan bernegara.
3.
Bahasa Indonesia
Bahasa indonesia
jelas ilmu yang mempelajari menganai bahasa indonesia yang benar dan salah
nya,dalam hal ini bahasa indonesia identik dengan Negara indonesia yang mana
sebagai bahasa pemersatu bangsa,sedangkan PKn sebagai ilmu kewarganegaraan juga
identik dengan negara indonesia yang mana lewat nilai nilai yang terkandung di
dalam pancasila sebagai dasar negara indonesia. PKn dan bahasa indonesia mempunyai ke identikan yang sama
yaitu mempelajari ilmu yang berhubungan dengan negara indonesia,kedua ilmu
tersebut mempunyai hubingan tetapi hubungan tersebut sangat jauh.
E. Metode PKn
Setiap pengetahuan
harus memiliki metode yaitu seperangkat cara atau sistem pendekatan dalam
rangka pembahasan Pendidikan Kewarganegaraan untuk mendapatkan suatu kebenaran
yang bersifat objektif. Metode dalam pembahasan Pendidikan Kewarganegaraan
sangat tergantung pada karakteristik objek formal maupun objek materia
Pancasila.
Penerapan metode
Quantum Teaching pada Pendidikan Kewarganegaraan dapat menciptakan lingkungan
belajar yang efektif, dengan cara menggunakan unsur yang ada pada siswa dan
lingkungan belajarnya melalui interaksi yang terjadi di dalam kelas. Dalam
Quantum Teaching bersandar pada konsep “Bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan
antarkan dunia kita ke dunia mereka”. Hal ini menunjukkan, betapa pengajaran
dengan Quantum Teaching tidak hanya menawarkan materi yang mesti dipelajari
siswa. Tetapi jauh dari itu, siswa juga diajarkan bagaimana menciptakan
hubungan emosional yang baik dalam dan ketika belajar.
F. Kekuatan Dan Kelemahan PKn
Kekuatan
/Kelebihan
Banyak yang kita
peroleh dari mempelajari PKn, yaitu diantaranya :
1. Menambah wawasan
nusantara.
2. Dapat menanamkan
Nilai Nilai Luhur pancasila
3. Memilki rasa
kebangsaan dan cinta tanah air.
4.
Dapat terwujudnya masyarakat Indonesia yang religius,
manusiawi, bersatu, demokratis,
5. Memiliki
masyarakat yang berkualitas, sehingga mampu bekerjasama serta bersaing dalam
era global.
Kelemahan/
Kekurangan
Adapun Kekurangan
dari pendidikan Kewarganegaraan tersebut,diantaranya:
1.
Praktek di lapangan tidak sesuai dengan kenyataannya
PKn mempelajari
tentang kehidupan bermasyarakat yang menyangkut pendidikan moral, sopan santun,
dan lain sebagainya. Tapi mengapa dalam praktiknya di dalam masyarakat tidak
sesuai denga kenyataan
(praktiknya nol).
Dalam artian Ilmu PKn sebagian besar hanya berfokus kepada
materi namun prakteknya tidak ada (kurang).
2.
Minat Terhadap PKn Kurang
Pada kenyataannya
peminat terhadap ilmu pendidikan Kewarganegaraan sangat kecil,itu terbukti jika
di bandingkan dengan ilmu lainnya yang mana mendapat peminat yang tinggi di
atas pendidikan kewarganegaraan,tidak usah jauh jauh dari penerimaan mahasiswa
baru pendidikan tinggi unmul misalnya,peminat PKn dengan ilmu lainnya seperti
penjas,
bahasa dll, PKn berada di tingkat bawah.
3.
Kurangnya Pengalokasian Waktu
Alokasi waktu
merupakan hal yang utama mengapa PKn hanya berfokus ke materi dan prakteknya NOL misalnya di SMA, SMP, SD pelajaran PKn hanya terdapat 1 kali seminggu 2 jam(1
jam 40 Menit)di bandingkan pelajaran bahasa indonesia,bahasa
inggeris,matematika yang bisa mencapai 2 kali pertemuan dalam seminggu 3 jam(1
jam 40 menit)padahal pendidikan kewarganegaraan sangat penting untuk membentuk
Moral yang baik dalam berkehidupan di masyarakat.
G. Upaya Mengatasi Kelemahan PKn
1. Menerapkan PKN
dilapangan
(praktek di dalam masyarakat)
Ibarat botol jika
di isi terus menerus akan tumpah berhamburan(sia-sia)begitu juga dalam Ilmu PKn,jika
di isi dengan materi saja maka akan sia sia jika praktek di lapangannya
NOL.seharusnya dalam Ilmu PKn di imbangi dengan adanya peraktek lapangan
seperti dari segi keagamaan(sesuai dengan sila 1”sila ketuhanan”)dari segi
menyampaikan aspirasi (Demokrasi)dari segi Hak dan kewajiban dan sebagainya
2.
Menumbuhkan Sikap (minat)
untuk Belajar PKn
Menumbuhkab
sikap(minat)terhadap pelajaran PKn, bahwa Ilmu PKn itu sangat berguna dan bermanfaat
dalam kehidupan bernegara yang mana ilmu PKn tersebut dapat
mencetak orang orang yang bermoral luhur dan berbudi pekerti baik sesuai dengan
nilai nilai pancasila sebagai dasar Negara Indonesia
Selanjutnya jika
nanti telah menjadi pengajar saya akan menberi peserta didik bukan hanya ilmu
pengetahuan yang luas tentang materi pokok PKn yang meliputi politik, hukum,
dan moral, tetapi juga memberikan keterampilan dalam merespon berbagai
persoalan politik, hukum, moral, dan terampil menggunakan hak dan kewajibannya.
H. Peran Mahasiswa Mengembangkan PKn
Demi menutupi dan
mengembangkan ilmu Kewarganegaraan ke arah yang lebih tinggi lagi di
perlukanbeberapa peran dari masing masing lembaga,baik pemerintah dan khususnya
adalah mahasiswa sebagai generasi muda yang mana peran mahasiswa tersebut dapat
Berupa:
1. Peran Utama yaitu
Menanamkan Nilai Nilai Luhur yang terkandung di pancasila dengan cara
menunjukkan sikap yang bermoral baik,berbudi pekerti luhur,cinta tanah air dan
membela Negara Kesatuan Republik Indonesia,apalagi kita sebagai mahasiswa PKn yang mana mahasiswa PKn sangat berpengaruh terhadap
perkembangan Ilmu PKn, mari tunjukkan bahwa PKN merupakan ilmu
yang sangat berguna dan tidak kalah dengan ilmu ilmu yang lain.
2. Memberikan
pembelajaran tentang ketahanan nasional, sehingga sadar akan pentingnya
menyiapkan diri agar dapat menjalankan bela negara, bangsa dan agama.
3.
Memberikan masukan bagi para pendidik dalam rangka
meningkatkan fungsi perannya
4. Mampu mewujudkan
nilai dasar kesadaran berbangsa dan bernegara dalam menerapkan ilmu
pengetahuan, teknologi dan seni yang dikuasainya dengan rasa tanggung jawab
kemanusiaan.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pendidikan kewarganegaraan sebenarnya
dikembangkan diseluruh dunia, meskipun dalam pelaksanaanya nama yang digunakan
berbeda namun maksud dan tujuannya selalu sama yaitu menegarakan Negara itu.
Ilmu ini memiliki peran yang sangat penting dalam mempersiapkan warga Negara
yang penuh dengan tanggung-jawab dan rasa nasionalisme yang tinggi. Berdasarkan
rumusan civic international (1995) disepakati bahwa pendidikan demokrasi
penting untuk pertumbuhan civic culture. Di Indonesia pendidikan
kewarganegaraan mengalami banyak perubahan yaitu yang dulu dikenal:
1. Civic
pada tahun (1962)
2. Pendidikan
kewarganegaraan (1968)
3. Pendidikan
kewiraan dimulai dari (1973/1974)
4. Pendidikan
moral pancasila (1975)
5. Pendidikan
pancasila kewarganegaraan (1994)
6. Kewarganegaraan
(2004)
7. Dan
hingga sekarang dikenal dengan pendidikan kewarganegaraan (2006)
Tidak
berbeda dengan ilmu pendidikan lainnya, ilmu pendidikan kewarganegaran juga
mempunyai objek yaitu materil dan formil. Dalam filsafat ilmu PKn dimana
filsafat yang menjadi induk dalam ilmu pengetahuan, yang mana PKn merupakan
ilmu yang berada di bagian ilmu pengetahuan social dan kedudukan PKn sangat
berpengaruh terhadap sikap dan mental bangsa Indonesia karena di dalam PKn
mengajarkan nilai-nilai pancasila yang sekaligus pancasila itu sebagai dasar
dari Negara Indonesia dan mengembangkannya di dalam kehidupan bermasyarakat.
Sama
dengan ilmu pendidikan lainnya, ilmu pendidikan kewarganegaraan juga memiliki
sisi kelebihan dan juga kelemahan, di sini kita sebagai mahasiswa PKn yang
memiliki andil besar dalam mengatasi kelemahan-kelemahan PKn dan mengembangkan
kelebihan PKn agar dapat menjadi lebih baik.
3.2 Saran
Kita sebagai mahasiswa, khususnya
mahasiswa PKn seharusnya lebih mencontohkan sikap moralitas yang baik dan cinta
tanah air kepada mahasiswa lainnya, karena di dalam ilmu pendidikan kita kita
lebih didik kepada moral dan rasa nasionalisme serta kita bias memperaktekannya
dalam kehidupan sehari-hari ditengah kehidupan bermasyarakat.